Gebar Sasmita: INVESTASI TAMAN BUDAYA DI BANTEN

101_1434.jpgOleh fierly – Wartawan Banten Raya Post  – Dimuat di Banten Raya post – Edisi Senin, 6 Agustus 2007

Desakan kepada pemerintah untuk segera membangun taman budaya atau gedung kesenian yang representatif, terus didengungkan seniman di Banten. Tak terkecuali pelukis aliran impresionis asal Pandeglang, Gebar Sasmita.

Kepada Banten Raya Post, akhir pekan silam, Gebar menyebut taman budaya itu sebagai investasi. “Seni itu membentuk ekosistem sendiri. Wujud Banten sebagai Kota Budaya wajib direalisasikan, salah satu caranya dengan membangun gedung kesenian. Kelak, bangunan itu berfungsi sebagai tempat pameran pelukis atau pematung, pagelaran teater, hingga ajang kumpulnya para novelis,” terang Gebar.

Suami Dini Mardiani ini merupakan satu dari sekian pelukis yang akan meramaikan pameran bertajuk Keranda Merah Putih yang mulai digelar 15 Agustus nanti, di markas Rumah Dunia di kawasan Cilowong, Serang. Kata murid maestro lukis Indonesia Hendra Gunawan ini, pameran itu merupakan momentum bersatunya seniman se-Banten mengusung ide serupa, Taman Budaya.

“Ajang itu nantinya akan menjadi pembuktian bahwa isu taman budaya menjadi tema universal yang diusung oleh setiap insan seni di Banten. Desakan itu tidak bisa diartikan kita mengemis kepada pemerintah. Tidak sama sekali. Alasannya sederhana, selama taman budaya itu tak berdiri, selama itu pula potensi kultur Banten tidak bisa menjadi simbol kedaerahan,” kata pelukis yang pernah ikut pameran di LP Nusakambangan pada tahun 1977 ini. (fierly)  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: