Suatu hari aku bertemu dengan seorang yang ingin sekali bertemu dengan Syekh Nawawi al-Bantani. Ia, Chaidar, bertutur kepadaku bagaimana keinginan kuatnya itu mempertemukan dirinya dengan Syekh Nawawi di Ma’la, Mekkah, Arab. “Hatiku bergolak selalu, seolah-olah berteriak: Kyai Nawawi! Kalau tuan bersedia menerima kedatangannku, aku pasti mampu tiba di hadapanmu, Insya Allah. Sebaliknya, bila mana aku gagal berusaha berangkat ke Mekkah, kuartikan tuan tidak rela aku datang kepadamu. Dan dengan ini terimalah salam perkenalanku dari jauh, berupa bacaan Surat Alfatihah untukmu semata-mata.” Read the rest of this entry »
SYEKH NAWAWI, MAAFKAN KAMI …
October 19, 2007Memandang ke arah depan dari lantai 8 hotel itu, saya tiba-tiba terdiam. Di hadapan saya kini terbentang pemakaman kuno yang sudah lama terngiang-ngiang di telinga hati saya. Di pemakaman itu dikuburkan keluarga Rasulullah SAW, antara lain Siti Khadidah (istri), Qasim bin Muhammad (anak), Abdul Muthalib (kakek), Abu Thalib (paman), dan para sahabatnya. Inilah Ma’la, pemakaman keluarga besar Bani Hasyim, trah keluarga Rasulullah, yang kemudian dijadikan pemakaman umum. Terletak sekitar 1 km utara kota Makkah, Saudi Arabia, Jannatul Ma’la —nama lengkapnya— menyeret saya ke masa silam yang jauh. Read the rest of this entry »
NAWAWI JADI IKON KEILMUAN DI BANTEN
October 19, 2007“Keranda Merah Putih”, 15 – 26 Agustus 2007 yang digagas Rumah Dunia, Forum Kesenian Banten, dan Komunitas Perupa Banten tidak hanya menampilkan pameran lukisan, pertunjukan teater, pembacaan puisi, bimbingan melukis untuk guru dan murid, serta lomba melukis tingkat SD saja, tapi juga dua tuntutan penting, yaitu Taman Budaya Banten/gedung Kesenian dan Perpustakaan segera dibangun. Read the rest of this entry »
Posted by lumbungbanten