Rubi Ach Bhaedawi

October 21, 2007

ruby-ab1.jpg

Rubi Ach Bhaedawi   adalah Ketua Fourm Kesenian Banten. Sehari-hari ia menjadi  pengajar pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Maulana Hasanudin Banten. Dia termasuk tokoh pentik di peta kesenian Banten. Membina anak-anak kampus untuk aktif berteater.

 


NOOR SYAMSUDDIN CHAESY: BENAHI KAMPUNG DENGAN JURNALISTIK DAN SASTRA

October 20, 2007

chaesy.jpgOleh Aji Setiakarya

Meski sudah bertahun-tahun lama di “lembur” asing, tidak berarti menghilangkan ingatan Noor Syamsuddin Chaey kepada tanah kampung halamannya, Banten. Berbicara dihadapan para peserta Klub Diskusi Rumah Dunia (KDRD), Syam begitu kebanyakan orang memanggilnya, masih tegas mengingat kampungnya, Banten. Bahkan berkali-kali ia menunjukan dan melogatkan bahasa Sunda Banten, yang memang asli kampung yang terkenal dengan Jawara ini. Read the rest of this entry »


Soeraedi Tahsin Sandjadirdja: TOKOH PERS NASIONAL ASAL BANTEN YANG TERLUPAKAN

October 20, 2007

art_revolt3.jpgOleh Bonnie Triyana – Dimuat di Radar Banten, Sabtu, 28-April-2007

Bangsa Indonesia adalah bangsa pelupa. Penyakit lupa itu tidak terlepas dari politik ingatan yang diberlakukan oleh pemerintah Orde Baru melalui rekayasa penulisan sejarah. Ingatan yang ditampilkan oleh Orde Baru seringkali bersifat selektif, parsial dan selalu mengacu pada pernyataan resmi pemerintah. Read the rest of this entry »


Gebar Sasmita: INVESTASI TAMAN BUDAYA DI BANTEN

October 20, 2007

101_1434.jpgOleh fierly – Wartawan Banten Raya Post  – Dimuat di Banten Raya post – Edisi Senin, 6 Agustus 2007

Desakan kepada pemerintah untuk segera membangun taman budaya atau gedung kesenian yang representatif, terus didengungkan seniman di Banten. Tak terkecuali pelukis aliran impresionis asal Pandeglang, Gebar Sasmita. Read the rest of this entry »


INDRA, ILUSTRATOR LUMBUNG BANTEN

October 19, 2007

lumbung-indra2.jpgSeminggu menjelang nandur Lumbung Banten, Senin 8 Oktober 2007, Indra Kesuma, tutor wisata gambar Rumah Dunia, termasuk yang ikut super sibuk. Lay out dari Gola Gong dan Aji dikirim ke Indra, digambari. Dia megnerjakan sekitar 14 cover buku dan ilustrasi dalam menggunakan pulpen ukuran 0,1 dan 0,3.

“Saya puas. Saya ikut bersemangat. Ini namanya kreatif. Miskin dana, tapi tetap bersemangat berkarya,” Indra, guru kesenian SMA A-Azhar Pakupatan, Serang, tersenyum. Bahkan Indra menerbitkan juga kumpulan puisinya. “Jangan dibedah, ya. Malu,” katanya. Judul puisinya “Syair-syair Cinta”. Puisi-puisi itu ditulis untuk istrinya di Palembang.

*) Foto: Indra tersenyum dengan cover-cover buku Lumbung Banten


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.