Seminggu menjelang nandur Lumbung Banten, Senin 8 Oktober 2007, Indra Kesuma, tutor wisata gambar Rumah Dunia, termasuk yang ikut super sibuk. Lay out dari Gola Gong dan Aji dikirim ke Indra, digambari. Dia megnerjakan sekitar 14 cover buku dan ilustrasi dalam menggunakan pulpen ukuran 0,1 dan 0,3.
“Saya puas. Saya ikut bersemangat. Ini namanya kreatif. Miskin dana, tapi tetap bersemangat berkarya,” Indra, guru kesenian SMA A-Azhar Pakupatan, Serang, tersenyum. Bahkan Indra menerbitkan juga kumpulan puisinya. “Jangan dibedah, ya. Malu,” katanya. Judul puisinya “Syair-syair Cinta”. Puisi-puisi itu ditulis untuk istrinya di Palembang.
*) Foto: Indra tersenyum dengan cover-cover buku Lumbung Banten