January 20, 2008

Oleh Teguh Iman Prasetya
Menulusuri identitas lokal bukan sesuatu yang gampang. Meskipun begitu, kita harus tetap menulusurinya. Ada tiga peninggalan sejarah yang bisa menjadi rujukan dalam kaitan ini yakni Baduy (Kanekes), Salakanagara-Pandeglang (130-168 Masehi-Pustaka Wangsakerta), serta Hindu Pajajaran di Banten Girang, juga Kesultanan Banten (Abad 16-18 M). Selain kekayaan sejarah yang paling tua dan kaya di Indonesia, situs sejarah ini bisa menjadi bukti otentik jejak sejarah awal menelusuri siapa orang Banten. Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
AlbuM FotO |
Permalink
Posted by lumbungbanten
October 24, 2007
Oleh MH Samsul Hadi – KOMPAS 2 Maret 2005
Desiran ombak bersilih ke pantai
disambut alunan nyiur nan melambai
rembulan megah di atas mahligai
tersenyum melihat kita berdua….
UNTAIAN kata-kata di atas adalah deskripsi keindahan alam Pantai Anyer yang dilukiskan penyanyi negeri jiran, Sheila Majid, dalam lagu Antara Anyer dan Jakarta. Lebih dari satu dasawarsa setelah lagu ciptaan Odie Agam ngetop akhir tahun 1980-an, keindahan itu masih menyatu di Anyer. Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
Warisan |
Permalink
Posted by lumbungbanten
October 24, 2007

Oleh Ibnu Adam Aviciena
Kuliah Islamic Studies di Belanda saya merasa biasa-biasa saja. Saya tidak menemukan hal-hal aneh. Ini saya kira karena saya lahir di lingkungan Muslim dan menjadi Muslim. Sejak kecil sudah biasa pergi mengaji, masuk pesantren, sekolah di Madrasah Tsanawiyah Cibaliung-Pandeglang, Aliyah Mathla’ul Anwar Menes-Pandeglang, dan kuliah di IAIN Banten. Dalam satu tahun kuliah ini hanya empat pelajaran yang saya pelajari: Methods and Principles, Text and Transmission, Antrophology of Muslim Societies, dan Comparative Study of Religion. Hingga sampai batasan tertentu, saya menyimpulkan bahwa kita, apabila punya buku yang banyak, tak usah kuliah ke luar negeri. Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
Ngariung |
Permalink
Posted by lumbungbanten
October 21, 2007

Rubi Ach Bhaedawi adalah Ketua Fourm Kesenian Banten. Sehari-hari ia menjadi pengajar pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Maulana Hasanudin Banten. Dia termasuk tokoh pentik di peta kesenian Banten. Membina anak-anak kampus untuk aktif berteater.
Leave a Comment » |
Jawara |
Permalink
Posted by lumbungbanten